You need to enable javaScript to run this app.

Kuliah Pakar Kebidanan "Aksi Kolaborasi Peduli Pemenuhan Hak Anak Untuk Imunisasi"

  • Kamis, 01 Desember 2022
  • Administrator
  • 0 komentar
Kuliah Pakar Kebidanan

program Studi Kebidanan STIKES Majapahit mempersembahkan Kuliah Pakar dengan Topik "Aksi Kolaborasi Peduli Pemenuhan Hak Anak Untuk Imunisasi" yang diselenggarakan pada hari Selasa, 22 November 2022 pukul 09.00 s.d 13.00 WIB via Zoom Cloud Meeting dan youtube Official STIKES Majapahit. Acara ini terselenggara sebagai bentuk pembelajaran bagi mahasiswa untuk lebih memahami tentang Imunisasi Anak melalui kolaborasi dan kearifan lokal dalam pelaksanaan imunisasi.  Melalui kegiatan ini , harapan Ketua STIKES Majapahit Henry Sudiyanto, S.Kp.,M.Kep bahwa Pemberian imunisasi merupakan hak anak dan masalah imunisasi adalah tanggung jawab dari semua pihak. Cakupan imunisasi dapat terpenuhi karena adanya kolaborasi semua pihak untuk keberhasilan pelaksanaan imunisasi.

Dalam penyampain materi pertama oleh Dr. Armunanto., M.PH dijelaskan bahwa pendirian mom and baby spa membutuhkan legalitas dan perijinan kepad pihak-pihak terkait melaui Gubernur, Imunisasi menyelamatkan lebih dari 3 juta anak setiap tahunnya. Situasi imunisasi global dimana capaian imunisasi menurun pada tahun 2019 sebanyak 86% dan tahun 2020 sebanyak   83 % , pada tahun 2020 23 juta anak dunia tidak mendapatkan imunisai lengkap dan lebih dari 60 % dari  negara Indonesia ,mexico, Angola, Brail, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan dan Philipina. Kolaborasi yang dilakukan pemerintah Jawa Timuruntuk pemenuhan cakupan imunisasi adalah  mengajak semua pihak untuk ikut mensukseskan Program Imunisasi dari TNI/Polri, Akademisi, PKK dan Organisasi Perempuan,Mahasiswa, Pramuka, Forum anak, serta Lembaga keagamaan. Penyampain materi kedua oleh Dr. Sulis Diana., M.Kes dijelaskan bahwa Keberhasilan vaksinasi bergantung pada pendekatan yang dilakukan pemerintah salah satunya dengan pendektan sosial-budaya yang bersifat kolaboratif. Hal ini muncul karena rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah oleh karena itu dilakukan beberapa pendekatan untuk meningkatkan vakupan imunisasi salah satunya dengan melakukan pendekatan  budaya yaitu tenaga kesehatan  menggunakan pakaian adat saat pelaksanaan vasksinasi. Penyampain materi ketiga oleh Ika Yuni Susanti., M.PH dijelaskan bahwa anak, keluarga serta lingkungan dapat mengalami banyak risiko jika imunisasi tidak terpenuhi yaitu seperti anak lebih rentan mengalami sakit berat, anggota lain turut sakit berat menjadi lebih tinggi, mungkin jadi penyebab wabah penyakit di lingkungan, sakit dan Komplikasi penyakit menimbulkan biaya tinggi untuk pengobatan dan perawatan, penurunan kualitas hidup, penurunan harapan hidup,  dan merupakan syarat dalam perjalanan dan bersekolah. Banyak pernyataanyang beredar di masyarakat tentang imunisasi salah satunya adalah bayi/anak mengalami demam setelah diimunisasi adalah tidak benar karena demam adalah reaksi pertahanan tubuh terhadap imunisasi yang diterima anak. imunisasi banyak memberikan manfaat seperti melindungi tubuh bayi/anak dari serangan dan ancaman bakteri/virus, imunisasi mengurangi dan menghilangkan kecemasan anak tertular penyakit berbahaya, pemberian vaksin harus sesuai jadwal yang telah ditentukan supaya memberikan perlindungan dan kekebalan yang optimal. Acara ditutup pada pukul 12.00 WIB setelah foto bersama. Semua berharap semoga cakupan imunisasi dapat terpenuhi dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Acara ini juga diikuti peserta sebanyak 100 peserta dari Prodi Kebidan dan Prodi-Prodi lain di STIKES Majapahit.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar