You need to enable javaScript to run this app.

Program Vaksinasi Booster Dari, Oleh, Dan Untuk Mahasiswa STIKES Majapahit Bekerjasama dengan Puskesmas Bangsal, Gayaman, & Puri

  • Senin, 28 Maret 2022
  • Administrator
  • 0 komentar
Program Vaksinasi Booster Dari, Oleh, Dan Untuk Mahasiswa STIKES Majapahit Bekerjasama dengan Puskesmas Bangsal, Gayaman, & Puri

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto melalui Puskesmas Bangsal, Puskesman Gayaman, dan Puskesmas Puri mengadakan Program Vaksinasi Booster untuk mahasiswa STIKES Majapahit. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25-26 Maret 2022. Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap (dosis 1 & 2), dan memiliki jarak minimal 3 bulan dari vaksinasi dosis 2. Adapun topik dari program ini adalah “Vaksinasi Booster Dari, Oleh, dan Untuk Mahasiswa STIKES Majapahit”.

Pelaksanaan program vaksinasi booster ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Profesi Ners dan Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa membantu mulai dari tahap pendataan peserta, skrining tanda-tanda vital, sampai pada proses vaksinasi. Sebelum pelaksanaan, bagian akademik STIKES Majapahit melakukan pendataan pada mahasiswa yang akan mengikuti program vaksinasi booster ini.

Program vaksinasi booster menjadi penting untuk dilakukan sivitas akademika STIKES Majapahit, karena mulai Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022 telah dilakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Selain itu, program vaksinasi booster ini menjadi bagian dari program Pemerintah untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran Pandemi Covid-19. Program ini salah satu bentuk upaya lanjutan dari vaksinasi primer atau dosis penuh tergantung jenis vaksinnya. Vaksinasi booster ialah upaya mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun di populasi yang ditemukan berdasarkan hasil zero survei.

Dari sisi kesehatan, setidaknya terdapat 3 alasan penting. Pertama, adanya kecenderungan penurunan jumlah antibodi sejak 6 bulan pasca vaksinasi terutama di tengah kemunculan varian-varian Covid-19 baru termasuk varian Omicron. Kedua, sebagai bentuk usaha adaptasi masyarakat hidup dimasa pandemi Covid-19 demi kesehatan jangka panjang. Dan ketiga, memenuhi hak setiap warga negara Indonesia untuk mengakses vaksin demi perlindungan diri dan komunitas.

 

Mojokerto, 28 Maret 2022.

-AFW-

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Media Sosial
Berlangganan